buah hati ayah’nda seorang
Jangan marah dan jangan merajuk sayang
tenanglah dikau dalam buaian ….
Syair
lagu di atas menggambarkan kebahagiaan seorang ayah ketika menimang
sang buah hati. Setiap orang tua selalu mendambakan putra/putri yang
membahagiakan sekaligus membanggakan. Namun sering kita melihat seorang
anak yang berperilaku aneh menurut kita. Tingkahnya sering dirasa
spontan dan tidak terkendali. Anak-anak dengan keadaan seperti ini
sering disebut sebagai anak Autis.
Memiliki
anak yang menderita autis memang berat. Anak penderita autis seperti
seorang yang kerasukan setan. Selain tidak mampu bersosialisasi,
penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak,
kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tidak mampu mengendalikan
dirinya sendiri dan memiliki gerakan-gerakan aneh yang selalu
diulang-ulang. Selain itu dia punya ritual sendiri yang harus
dilakukannya pada tertentu.
Penelitian intensif di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dari hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Bersumber dari beberapa buku dan pengamatan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sementara, yaitu:
1. Autis bukan karena keluarga (terutama ibu yang paling sering dituduh) yang tidak dapat mendidik penderita.
Anak
autis tidak memiliki minat bersosialisasi, dia seolah hidup di dunianya
sendiri. Dia tidak peduli dgn orang lain. Orang lain yg dekat dengannya
hanya dianggap sebagai penyedia kebutuhan hidupnya. (Baca: Teory of
Mind).
2. Jarang
sekali anak autis yang benar-benar diakibatkan oleh faktor genetis.
Alergi memang bisa saja diturunkan, tapi alergi turunan tidak berkembang
menjadi autoimun seperti pada penderita autis.
3. Terjadi
kegagalan pertumbuhan otak yg diakibatkan oleh keracunan logam berat
seperti mercury yang banyak terdapat dalam vaksin imunisasi atau pada
makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang hamil, misalnya ikan dengan
kandungan logam berat tinggi.
4. Terjadi
kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yang diperlukan dalam
pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena
adanya jamur dalam lambungnya.
5. Terjadi
autoimun pada tubuh penderita yang merugikan perkembangan tubuhnya
sendiri karena zat-zat yang bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya
sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa
penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yg dikembangkan oleh tubuh
penderita sendiri yang justru kebal terhadap zat-zat penting dalam
tubuh dan menghancurkannya.
6. Akhirnya
tubuh penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yang sebenarnya
sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Dan penderita harus diet
ekstra ketat dengan pola makan yang dirotasi setiap minggu. Soalnya jika
terlalu sering & lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita
alergi terhadap sesuatu itu.
7. Autis
memiliki spektrum yang lebar. Dari yang autis ringan sampai yang
terberat. Termasuk di dalamnya adalah hyper-active, attention disorder,
dll.
8. Kebanyakan anak autis adalah laki-laki karena tidak adanya hormon estrogen yang dapat menetralisir autismenya. Sedang hormon testoteronnya justru memperparah keadaannya. Sedikit sekali penderitanya
perempuan karena memiliki hormon estrogen yang dapat memperbaikinya.
Memang
berat dan sangat sulit menangani anak penderita autis yang seperti
kerasukan setan ini. Perlu beberapa hal yang perlu diketahui, dipahami
dan dilakukan, yaitu
1. Anak autis tidak gila dan tidak kerasukan setan. Penanganan harus dilakukan secara medis dan teratur.
2. Penderita
autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu: ditangani
dan terapi sejak dini; masih dalam spektrum ringan; mengeluarkan racun
atau logam berat dalam tubuh penderita (detoxinasi).
3. Perlu
pemahaman dan pengetahuan tentang autis dan ditunjang oleh kesabaran
serta rasa kasih sayang dalam keluarga penderita. Terutama bagi
suami-istri karena banyak kasus anak autis menjadi penyebab hancurnya
rumah tangga.
4. Dewasa
ini penelitian yg berkesinambungan telah mencapai perkembangan yg luar
biasa. Semakin besar harapan sembuh bagi penderita.
5. Terapi harus dilakukan terus menerus tidak terputus walau pun tingkat perkembangan perbaikan kondisi penderita dirasa tidak ada.
6. Diet
harus terus dilakukan secara ketat, terus-menerus dan sangat disiplin.
Perbaikan kondisi penderita karena diet berlangsung sangat lambat,
tetapi pelanggaran diet dapat menghancurkan semuanya dalam waktu yang sangat cepat.
sumber



Tidak ada komentar:
Posting Komentar